Tugas Audit SI
1.
2.
a) konsep dasar kontrol dan audit sistem informasi
Audit sistem informasi adalah suatu upaya
penghimpunan dan juga penilaian berbagai bukti agar bisa menentukan apakah
sistem informasi yang digunakan pada sebuah perusahaan mampu mengamankan aset,
menjaga integritas data, dan mampu mendorong perusahaan dalam mencapai
tujuannya secara efektif serta menggunakan sumber daya yang ada secara lebih
efisien.
b) Prinsip - prinsip dasar proses audit sistem informasi
- Ethical
conduct : Berdasar pada profesionalisme, kejujuran, integritas,
kerahasiaan, dan kebijaksanaan.
- Fair
Presentation : Kewajiban melaporkan secara jujur dan akurat.
- Due
professional care : Implementasi dari kesungguhan dan pertimbangan yang
diberikan.
- Independence
- Evidence-base approach.
Panduan yang dipergunakan dalam Audit Sistem Informasi di
Indonesia adalah Standar Atestasi, dan aturan-aturan yang dikeluarkan oleh
organisasi profesi akuntansi (IAI di Indonesia, AICPA di USA, atau CICA untuk
Kanada), maupun yang lebih khusus lagi, yaitu dari ISACA atau IIA. Model
referensi sistem pengendalian intern (internal controls model/framework)
lazimnya adalah COBIT. Audit objectives dalam audit terhadap IT governance
(menurut COBIT adalah: effectiveness, confidentiality, data integrity,
availability, efficiency, dan realibility). Karena yang diperiksa adalah
tata-kelola Teknologi Informasi (IT governance), maka yang diperiksa antara
lain adalah Teknologi Informasi itu sendiri.
3.
a) Kontrol Internal
Proses yang dipengaruhi oleh sumber daya manusia dan sistem
teknologi informasi yang dirancang untuk membantu organisasi mencapai suatu
tujuan tertentu atau suatu cara untuk mengarahkan, mengawasi, dan mengukur
sumber daya suatu organisasi.
Ruang Lingkup Kontrol Internal
Menurut Hery (2010:39) bahwa untuk mencapai keseluruhan
tujuan tersebut, maka auditor internal harus melakukan beberapa aktivitas
(Ruang lingkup audit internal) yaitu sebagai berikut :
- “Memeriksa
dan menilai baik buruknya pengendalian atas akuntansi keuangan dan operasi
lainnya.
- Memeriksa
sampai sejauh mana hubungan para pelaksana terhadap kebijakan, rencana dan
prosedur yang telah ditetapkan.
- Memeriksa
sampai sejauh mana aktiva perusahaan dipertanggung jawabkan dan dijaga
dari berbagai macam bentuk kerugian.
- Memeriksa
kecermatan pembukuan dan data lainnya yang dihasilkan oleh perusahaan.
- Menilai
prestasi kerja para pejabat/ pelaksana dalam menyelesaikan tanggung jawab
yang telah ditugaskan.”
Suatu sistem atau sosial yang dilakukan perusahaan yang
terdiri dari struktur organisasi, metode, dan ukuran-ukuran untuk menjaga dan
mengarahkan jalan perusahaan agar bergerak sesuai dengan tujuan dan prgram
perusahaan dan mendorong efisiensi serta dipatuhinya kebijakan manajemen.
b) Control Objectives
Suatu panduan standar praktik manajemen teknologi informasi
yang dimana menjadi sekumpulan dokumentasi best practices untuk IT governance
yang dapat membantu auditor, manajemen dan user untuk menjembatani gap antara
risiko bisnis, kebutuhan kontrol dan permasalahan-permasalahan teknis.
Control Risk
Ukuran penetapan auditor akan kemungkinan adanya kekeliruan
(salah saji) dalam segmen audit yang melampaui batas toleransi yang tidak
terdeteksi atau tercegah oleh struktur pengendalian intern klien. Risiko
pengendalian (control risk) mengandung unsur:
1. Apakah struktur pengendalian intern klien cukup efektif
untuk mendeteksi atau mencegah kekeliruan.
2. Keinginan auditor untuk membuat penetapan tersebut di bawah nilai maksimum
(100%) dalam rencana audit.
Mengumpulkan dan menggunakan informasi untuk mengevaluasi
kinerja berbagai sumber daya organisasi secara keseluruhan.
Application Control Framework
Sistem pengendalian intern komputer yang berkaitan dengan
pekerjaan dan kegiatan tertentu yang telah ditentukan. Berkaitan dengan ruang
lingkup proses bisnis individu atau sistem aplikasi.
d) Corporate IT Governance
Struktur dari hubungan dan proses yang mengarahkan dan
mengatur organisasi dalam rangka mencapai tujuannya dengan memberikan nilai
tambah dari pemanfaatan teknologi informasi sambil menyeimbangkan risiko
dibandingkan dengan hasil yang diberikan oleh teknologi informasi dan
prosesnya.
IT governance merupakan satu kesatuan dengan sukses dari
enterprise governance melalui pen-ingkatan dalam efektivitas dan efisiensi
dalam proses perusahaan yang berhubungan. IT governance menyediakan struktur
yang menghubungkan proses TI, sumber daya TI dan informasibagi strategi dan
tujuan perusahaan.
IT governance menggabungkan good (best) practice dari
perencanaan dan pengorganisasian TI, pembangunan dan pengimplemantasian,
delivery dan support, serta memonitor kinerja TI untuk memastikan kalau
informasi perusahaan dan teknologi yang berhubungan mendukung tujuan bisnis
perusahaan.
a. Defining, creating, redefining, retiring data (dengan
wawancara, observasi)
b. Membuat database tersedia untuk semua user
c. Menginformasikan dan melayani user
d. Memelihara integritas data
e. Monitoring operations
Contoh :
Kontrol dapat dilakukan dengan menetapkan kebijakan dan standar untuk setiap aktivitas yang berkaitan dengan fungsi SI.
